dua kuntum bunga

dua kuntum bunga
FOCUS

Jumat, 20 September 2013


METODE LATIHAN ( DRILL )

 

Tehnik latihan atau drill yaitu suatu tehnik yang dapat di artikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah di pelajari.

Dalam menerapkan metode drill ini harus di perhatikan pula antara lain :

1.     Usahakan agar latihan tersebut jangan sampai membosankan anak didik, karena waktu yang di pergunakan cukup singkat.

2.     Latihan betul-betul di atur sedemikian rupa sehingga betul-betul menarik perhatian anak didik, dalam hal ini guru harus berusaha menumbuhkan motif untuk berpikir.

3.     Agar anak didik tidak ragu maka anak didik terlebih dahulu di berikan pengertian dasar tentang materi yang akan di berikan.

Jadi metode drill berfungsi untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang telah merupakan kenyataan serta usaha untuk memperoleh ketangkasan, ketetapan dan keterampilan latihan tentang sesuatu yang di pelajari.

 

METODE LATIHAN ( DRILL )

 Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan - latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang - ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah - ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.

 Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian, jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar.

 Drill wajar digunakan untuk :

  • Kecakapan motoris, misalnya : menggunakan alat-alat ( musik, olahraga, menari, pertukangan dan sebagainya )
  • Kecakapan mental, misalnya: Menghafal, menjumlah, menggalikan, membagi dan sebagainya
        Hal - hal yang perlu diperhatikan :
  • Tujuan harus dijelaskan kepada siswa sehingga selesai latihan mereka diharapkan dapat mengerjakan dengan tepat sesuai apa yang diharapkan
  • Tentukan dengan jelas kebiasaan yang dilatihkan sehingga siswa mengetahui apa yang harus dikerjakan
  • Lama latihan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa
  • Selingilah latihan agar tidak membosankan
Perhatikan kesalahan - kesalahan umum yang dilakukan siswa untuk perbaikan secara kiasikal sedangkan kesalahan perorangan dibetulkan secara perorangan pula

Kelebihan dan kelemahan :

Kelebihan :

•Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang
•Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan

Kelemahan :

•Siswa cenderung belajar secara mekanis
•Dapat rnenyebabkan kebosanan
•Mematikan kreasi siswa
•Menimbulkan verbalisme ( tahu kata - kata tetapi tak tahu arti )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar